Manusia Dan Cinta Kasih
Kamis, 12 November 2015
Biografi B.J Habibie
Biografi B.J Habibie - Banyak orang mencari mengenai
kisah, profil atau biografi singkat B.J Habibie. Dia adalah salah satu tokoh panutan dan menjadi
kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia dan juga Presiden ketiga Republik
Indonesia, dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin
Jusuf Habibie dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni
1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi
Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah
dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang
putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama
saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada
prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya
kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih
menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal
dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang
shalat Isya.
Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya
kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie,
sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya
terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu
di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol
prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok
favorit di sekolahnya.
Masuk ITB dan Kuliah di Jerman
Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA
di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia
tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena
mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia
memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat
terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH) Ketika
sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus
sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan
kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean,
99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya
beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang
lain. Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus
diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur,
semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang
lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja,
mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian.
Beliau mendapat gelar
Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat
Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau
mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman.
Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk
mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan
1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan
cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon
dan akhirnya berhasil.
Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya
untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen
Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie
yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali
Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk
menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk
kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat
pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga.
Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa
cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule
Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Di Indonesia, Habibie
20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan
BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah
oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto
menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945.
Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang
memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun
kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman.
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan
pesawat terbang :
* VTOL ( Vertical Take
Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan
mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.
Sebagian Tanda
Jasa/Kehormatannya :
* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang
Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No.
40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia
Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menghemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :
* Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
* Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
* Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
* CN - 235
* N-250
* dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
· Helikopter BO-105.
· Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
· Beberapa proyek rudal dan satelit.
* 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
* 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
* Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
* 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
* 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
* 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
* 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
* 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
* 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
* 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
* 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
* 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
* 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia
Kamis, 05 November 2015
IOT (Internet Of Things)
IOT ( Internet Of Things) adalah sebuah konsep teknologi yang
hadir dalam bentuk fisik dan benda tersebut dipergunakan dalam kehidupan
sehari-hari dan benda tersebut saling berhubungan atau terhubung dalam
suatu jaringan internet dan benda tersebut saling terkait antara
perangkat satu ke perangkat lain dan hal ini biasanya disebut sebagai
istrilah metode komunikasi.
Dan dengan berkembangnya intrastruktur internet maka kita sekarang kini menuju ke dalam babak
berikutnya dimana sekarang bukan hanya smartphone atau komputer saja yang menggunakan jarngan internetdan merupakan produk dari IOT akan tetapi namun berbagai macam benda nyata sekarang saling terkait atau saling terkoneksi dalam jaringan internet.
sebagaian contoh benda dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan jaringan internet misalnya :
indovision dan termasuk pula benda nyata lainnya yang menggunakan atau yang saling terhubung delam internet dalam suatu jaringan yang berupa jaringan lokal atau berupa jaringan global yang menggunakan sensor dan aktuator yang terdapat dalam jaringan tersebut.
Salah satu program yang termasuk dalam produk IOT (Internet Of Things) adalah
Terima Kasih.
Dan dengan berkembangnya intrastruktur internet maka kita sekarang kini menuju ke dalam babak
berikutnya dimana sekarang bukan hanya smartphone atau komputer saja yang menggunakan jarngan internetdan merupakan produk dari IOT akan tetapi namun berbagai macam benda nyata sekarang saling terkait atau saling terkoneksi dalam jaringan internet.
sebagaian contoh benda dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan jaringan internet misalnya :
- handphone
- komputer
- mesin produk (mesin atm,wifi,scan barcode)
- mobil
indovision dan termasuk pula benda nyata lainnya yang menggunakan atau yang saling terhubung delam internet dalam suatu jaringan yang berupa jaringan lokal atau berupa jaringan global yang menggunakan sensor dan aktuator yang terdapat dalam jaringan tersebut.
Salah satu program yang termasuk dalam produk IOT (Internet Of Things) adalah
- Scan Barcode
- Barcode
- harga barang
- nama barang
- jenis barang
Terima Kasih.
Kamis, 29 Oktober 2015
MENGAMBIL KEPUTUSAN
Kali ini saya dengan kelompok membahas tentang materiPengambilan Keputusan Teori Organisasi Umum 2#
A. TUJUAN DAN SASARAN ORGANISASI
1. Meningkatkan Ketakwaan Siswa/i
2. Meningkatkan Kedisiplin Siswa/i
3. Meningkatkan Kebugaran & Menjaga Kesehatan Siswa/i
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Membuat kagiatan yang dapat memenuhi keempat tujuan organisasi dan mengisi waktu luang murid-murid.
C. ALTERNATIF
1. Mewajibkan Siswa/i Mengikuti Ekskul Beladiri
2. Mengadakan Acara Kultum Sebelum Masuk Kekelas
3. Mengadakan Senam Bersama 1 Kali Seminggu
4. Mengadakan Acara Keputrian Saat Murid Laki-Laki Sholat Jumat
D. KEPUTUSAN MEMILIH 1 ALTERNATIF TERBAIK
1.
Alternatif 1 dapat menunjang tujuan organisasi poin 2,3
2.
Alternatif 2 dapat menunjang tujuan organisasi poin 1,2,4
3.
Alternatif 3 dapat menunjang tujuan organisasi poin 2,3
4.
Alternatif 4 dapat menunjang tujuan organisasi poin 1,2,4
(Namun tidak berlaku bagi murid laki-laki)
E. KEPUTUSAN YANG DIAMBIL
Melaksanakan alternatif 2 karna dapat menunjang 3 poin tujuan organisasi
F. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kultum diadakan sebelum siswa/i masuk kekelas, bertempat diaula, mulai pukul 06:30 – 07:00 dengan materi kultum menyangkut masalah aqidah, keagamaan, kedisiplinan, motivasi dan lain-lain, siswa/i diatur berdasarkan jurusan, dan siswa/i non-islam disediakan ruangan khusus saat penyampaian materi keagamaan
G. EVALUASI HASIL PELAKSANAAN
Dengan diadakannya acara kultum diaula sekolah saat pagi hari, menyebabkan siswa/i yang terlambat tidak dikenakan sanksi karena panitia acara memprioritaskan siswa/i untuk mengikuti kultum.
Kamis, 15 Oktober 2015
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Menurut Stewart L. Tubbs,komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi
Hamid Mowlana menyebutkan komunikasi antarbudaya sebagai human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain.Sedangkan Fred E. Jandt mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.
- Intercultural communication generally refers to face-to-face interaction among people of diverse culture.
Guo-Ming Chen dan William J. Sartosa mengatakan bahwa komunikasi antarbudaya adalah proses negosiasi atau pertukaran sistem simbolik yang membimbing perilaku manusia dan membatasi mereka dalam menjalankan fungsinya sebagai kelompok. Selanjutnya komunikasi antarbudaya itu dilakukan:
- Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang dipertentangkan. Simbol tidak sendirinya mempunyai makna tetapi dia dapat berarti ke dalam satu konteks dan makna-makna itu dinegosiasikan atau diperjuangkan
- Melalui pertukaran sistem simbol yang tergantung daripersetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan dibuat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama;
- Sebagai pembimbing perilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap perilaku kita
- Menunjukkan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan pelbagai cara.
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ANTARBUDATA
fungsi Pribadi
Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
- Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitassosial. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal usul suku bangsa, agama, maupun tingkat pendidikan seseorang.Menyatakan Identitas Sosial
- Menyatakan Integrasi Sosial
Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur. Perlu dipahami bahwa salah satu tujuan komunikasi adalah memberikan makna yang sama atas pesan yang dibagi antara komunikator dan komunikan. Dalam kasus komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan budaya antar komunikator dengan komunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan utama komunikasi. Dan prinsip utama dalam proses pertukaran pesan komunikasi antarbudaya adalah: saya memperlakukan anda sebagaimana kebudayaan anda memperlakukan anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.
- Menambah Pengetahuan
Seringkali komunikasi antarpribadi maupun antarbudaya menambah pengetahuan bersama, saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
- Melepaskan Diri atau Jalan Keluar
Kadang-kadang kita berkomunikasi dengan orang lain untuk melepaskan diri atau mencri jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi. Pilihan komunikasi seperti itu kita namakan komunikasi yang berfungsi menciptakan hubungan yang komplementer dan hubungan yang simetris.
Hubungan komplementer selalu dilakukan oleh dua pihak mempunyai perlaku yang berbeda.[4] Perilaku seseorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Dalam hubungan komplementer, perbedaan di antara dua pihak dimaksimumkan. Sebaliknya hubungan yang simetris dilakukan oleh dua orang yang saling bercermin pada perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya.
Fungsi Sosial
- Pengawasan
Funsi sosial yang pertama adalah pengawasan. Praktek komunikasi antarbudaya di antara komunikator dan komunikan yang berbada kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan "perkembangan" tentang lingkungan. Fungsi ini lebih banyak dilakukan oleh media massa yang menyebarlusakan secara rutin perkembangan peristiwa yang terjadi disekitar kita meskipun peristiwa itu terjadi dalam sebuah konteks kebudayaan yang berbeda.
- Menjembatani
Dalam proses komunikasi antarbudaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka. Fungsi menjembatani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama. Fungsi ini dijalankan pula oleh pelbagai konteks komunikasi termasuk komunikasi massa.
- Sosialisasi Nila
Fungsi sosialisasi merupakan fungsi untuk mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.
- Menghibur
Kurang Komunikasi, Banyak Karyawan Tak Hargai Benefit dari Perusahaan
Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Towers Watson mengenai manfaat karyawan (benefit) se-Asia-Pasifik menggambarkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk manfaat benefit terhadap penghargaan yang diberikan untuk hal tersebut.
Survei yang melibatkan 1.145 perusahaan di 20 negara di kawasan Asia-Pasifik termasuk 62 perusahaan di Indonesia tersebut digelar untuk mendapatkan gambaran persoalan yang dihadapi oleh perusahaan terkait pemberian benefit. Survei tersebut dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga bulan Januari 2015.
Survei yang melibatkan 1.145 perusahaan di 20 negara di kawasan Asia-Pasifik termasuk 62 perusahaan di Indonesia tersebut digelar untuk mendapatkan gambaran persoalan yang dihadapi oleh perusahaan terkait pemberian benefit. Survei tersebut dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga bulan Januari 2015.
Director Benefits Towers Watson South East Asia Mark Whatley dalam keterangan persnya, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa perusahaan yang ada di Indonesia merupakan pembelanja kedua terbesar setelah Filipina di wilayah Asia untuk pengeluaran benefit. Selain itu sebesar 84 persen perusahaan di Indonesia merasa terbebani dengan kemungkinan membesarnya biaya benefit akibat perubahan regulasi dari pemerintah.
Saat ini lebih dari 65 persen perusahaan di Indonesia mengeluarkan lebih dari seperempat payroll untuk membiayai benefit. Namun hal tersebut tidak berarti langsung diapresiasi oleh para karyawan mereka.
"Namun peningkatan pengeluaran benefit karyawan tidak lantas berhubungan dengan peningkatan penghargaan atas benefit tersebut oleh karyawan. Penghargaan dari karyawan atas benefit tersebut akan meningkat bila opini dari karyawan dilibatkan dalam pembentukan fasilitas benefit," tukas Mark.
Hal tersebut terlihat dengan 81 persen para pengusaha merasa bahwabenefit yang mereka tawarkan tidak begitu dihargai oleh para karyawan dan hanya 19 persen yang sangat menghargai benefit yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena 29 persen perusahaan di Indonesia tidak mengkomunikasikan benefit yang ada kepada para karyawan mereka.
Berdasarkan Survei tersebut juga terungkap bahwa para karyawan di Indonesia lebih menghargai benefit untuk kesehatan berobat jalan (85 persen) dibandingkan dengan benefit rawat inap (77 persen) dan dana pensiun (35 persen).
Mark menambahkan, bila para karyawan dilibatkan dan dikomunikasikan akan apa saja manfaat yang dapat mereka peroleh maka hal tersebut akan secara signifikan meningkatkan value dari benefit yang diberikan. Dengan begitu para karyawan dapat menyesuaikan fasilitas benefit dengan kebutuhan mereka.
"Dengan fleksibilitas tersebut karyawan dapat menyesuaikan kebutuhannya dan bila mereka ingin meningkatkan benefit yang mereka peroleh maka tentunya perusahaan akan mengenakan biaya tambahan kepada karyawan. Namun hal tersebut justru lebih menguntungkan bagi karyawan tersebut bila dibandingkan nantinya karyawan tersebut mengurus asuransi kedua secara pribadi diluar yang diberikan perusahaan," ujar Mark.
Dengan memiliki dua asuransi tersebut maka akan meningkatkan risikodouble benefit dengan benefit yang diberikan oleh perusahaan. Tentunya hal ini akan membebani karyawan dengan biaya lain yang lebih mahal dibandingkan yang dikelola oleh perusahaan secara kolektif, di point inilah fleksibilitas dapat terlihat manfaatnya.
Ironisnya, sekitar 45 persen dari perusahaan yang ada mempertimbangkan untuk menambahkan alokasi biaya untuk benefit bagi karyawan disamping yang sudah ada sekarang ini. Mark memandang hal ini tidak diperlukan selama perusahaan dapan meningkatkan komunikasi dengan karyawan mereka agar benefit yang diberikan dapat dipahami oleh para karyawan.
Dari berita diatas, dapat ditarik 4 jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Pokok Masalah
· Kurangnya, bahkan tidak ada pengkomunikasian benefit yang didapat para karyawan sehingga hanya beberapa karyawan yang menghargai benefit yang diberikan perusahaan.
2. Pihak Yang Terlibat
· Perusahaan
· Karyawan
3. Solusi
· Perusahaan harus meningkatkan komunikasi dengan karyawan mereka agar bnefit yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh para karyawan.
4. Mitigasi Masa Depan
· Karena kurangnya komunikasi mengenai pemberian benefit yang ada kepada para karyawan, karyawan menjadi kurang menghargai benefit yang telah disediakan perusahaan, intinya harus meningkatkan komunikasi antara perusahaan dan karyawan.
· Karyawan harus dilibatkan / turut andil pada saat perundingan penetapan benefit yang akan diberikan perusahaan, dengan begitu para karyawan dapat menyesuaikan fasilitas benefit dengan kebutuhan mereka.
· Pada saat perundingan penetapan benefit untuk karyawan, perusahaan harus selektif dalam penentuan penetapan benefit agar kedua pihak saling diuntungkan.
kamis 15-Oktober-2015 20:
Kurang Komunikasi, Banyak Karyawan Tak Hargai Benefit dari Perusahaan
Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Towers Watson mengenai manfaat karyawan (benefit) se-Asia-Pasifik menggambarkan adanya kesenjangan yang cukup besar antara biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk manfaat benefit terhadap penghargaan yang diberikan untuk hal tersebut.
Survei yang melibatkan 1.145 perusahaan di 20 negara di kawasan Asia-Pasifik termasuk 62 perusahaan di Indonesia tersebut digelar untuk mendapatkan gambaran persoalan yang dihadapi oleh perusahaan terkait pemberian benefit. Survei tersebut dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga bulan Januari 2015.
Survei yang melibatkan 1.145 perusahaan di 20 negara di kawasan Asia-Pasifik termasuk 62 perusahaan di Indonesia tersebut digelar untuk mendapatkan gambaran persoalan yang dihadapi oleh perusahaan terkait pemberian benefit. Survei tersebut dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga bulan Januari 2015.
Director Benefits Towers Watson South East Asia Mark Whatley dalam keterangan persnya, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa perusahaan yang ada di Indonesia merupakan pembelanja kedua terbesar setelah Filipina di wilayah Asia untuk pengeluaran benefit. Selain itu sebesar 84 persen perusahaan di Indonesia merasa terbebani dengan kemungkinan membesarnya biaya benefit akibat perubahan regulasi dari pemerintah.
Saat ini lebih dari 65 persen perusahaan di Indonesia mengeluarkan lebih dari seperempat payroll untuk membiayai benefit. Namun hal tersebut tidak berarti langsung diapresiasi oleh para karyawan mereka.
"Namun peningkatan pengeluaran benefit karyawan tidak lantas berhubungan dengan peningkatan penghargaan atas benefit tersebut oleh karyawan. Penghargaan dari karyawan atas benefit tersebut akan meningkat bila opini dari karyawan dilibatkan dalam pembentukan fasilitas benefit," tukas Mark.
Hal tersebut terlihat dengan 81 persen para pengusaha merasa bahwabenefit yang mereka tawarkan tidak begitu dihargai oleh para karyawan dan hanya 19 persen yang sangat menghargai benefit yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena 29 persen perusahaan di Indonesia tidak mengkomunikasikan benefit yang ada kepada para karyawan mereka.
Berdasarkan Survei tersebut juga terungkap bahwa para karyawan di Indonesia lebih menghargai benefit untuk kesehatan berobat jalan (85 persen) dibandingkan dengan benefit rawat inap (77 persen) dan dana pensiun (35 persen).
Mark menambahkan, bila para karyawan dilibatkan dan dikomunikasikan akan apa saja manfaat yang dapat mereka peroleh maka hal tersebut akan secara signifikan meningkatkan value dari benefit yang diberikan. Dengan begitu para karyawan dapat menyesuaikan fasilitas benefit dengan kebutuhan mereka.
"Dengan fleksibilitas tersebut karyawan dapat menyesuaikan kebutuhannya dan bila mereka ingin meningkatkan benefit yang mereka peroleh maka tentunya perusahaan akan mengenakan biaya tambahan kepada karyawan. Namun hal tersebut justru lebih menguntungkan bagi karyawan tersebut bila dibandingkan nantinya karyawan tersebut mengurus asuransi kedua secara pribadi diluar yang diberikan perusahaan," ujar Mark.
Dengan memiliki dua asuransi tersebut maka akan meningkatkan risikodouble benefit dengan benefit yang diberikan oleh perusahaan. Tentunya hal ini akan membebani karyawan dengan biaya lain yang lebih mahal dibandingkan yang dikelola oleh perusahaan secara kolektif, di point inilah fleksibilitas dapat terlihat manfaatnya.
Ironisnya, sekitar 45 persen dari perusahaan yang ada mempertimbangkan untuk menambahkan alokasi biaya untuk benefit bagi karyawan disamping yang sudah ada sekarang ini. Mark memandang hal ini tidak diperlukan selama perusahaan dapan meningkatkan komunikasi dengan karyawan mereka agar benefit yang diberikan dapat dipahami oleh para karyawan.
Dari berita diatas, dapat ditarik 4 jawaban dari pertanyaan dibawah ini :
1. Pokok Masalah
· Kurangnya, bahkan tidak ada pengkomunikasian benefit yang didapat para karyawan sehingga hanya beberapa karyawan yang menghargai benefit yang diberikan perusahaan.
2. Pihak Yang Terlibat
· Perusahaan
· Karyawan
3. Solusi
· Perusahaan harus meningkatkan komunikasi dengan karyawan mereka agar bnefit yang diberikan dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh para karyawan.
4. Mitigasi Masa Depan
· Karena kurangnya komunikasi mengenai pemberian benefit yang ada kepada para karyawan, karyawan menjadi kurang menghargai benefit yang telah disediakan perusahaan, intinya harus meningkatkan komunikasi antara perusahaan dan karyawan.
· Karyawan harus dilibatkan / turut andil pada saat perundingan penetapan benefit yang akan diberikan perusahaan, dengan begitu para karyawan dapat menyesuaikan fasilitas benefit dengan kebutuhan mereka.
· Pada saat perundingan penetapan benefit untuk karyawan, perusahaan harus selektif dalam penentuan penetapan benefit agar kedua pihak saling diuntungkan.
kamis 15-Oktober-2015 20:26
Langganan:
Postingan (Atom)
