Hai,
cerita diatas menunjukkan '' cerita klasik '' dari kehidupan bagaimana seorang anak harus berbakti kepada orang tua.
dan saya membaca semua komentar diatas, hanya mewakili cerita '' si malin kundang '' dalam sangkarnya tanpa keluar dari karung cerita klasik se-isi dunia dengan suka dan dukanya
marilah kita membuka mata hati kita dan melebarkan kuping nyali kita akan cerita yang nyata ini.
cerita ini untuk membuktikan bahwa '' tradisi didalam dunia ini '' tentang kasih orang tua' hanyalah kamuflase dari banyak cerita yang sebenarnya.
'' George adalah seorang pengusaha terkenal, jabatan marketing direktur disandangnya pada sebuah Bank terkenal di eropah.
George memiliki istri yg cantik,dua anak yang manis-manis.
kehidupan yang '' wah ''.
tetapi ada yang kurang pada George, sejak ia mengerti membaca dan menulis dia tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya, jangankan ayahnya siapa ibu yang melahirkan dia tidak pernah dia tahu.
alkisah terjadilah perseteruan antara George dengan orang tua yang ternyata bukan orang tua kandung, ternyata mereka orang tua adopsi.
'' Aku telah memperingatkanmu George, tetapi kau berkeras hati ! '', demikian peringat ibu adopsi George.
bermulalah avountur seorang Geroge dalam mencari siapa biologis orang tuanya.
sebuah programa televisi membantu George dalam pencaharian ini - '' berhasil ! ''.
35 km sebelah selatan dari kota Magelang tersebutlah seorang wanita dengan 3 orang anak dan seorang suami.
suaminya bekerja sebagai karyawan PNS pada PEMDA
negosiasi terjadi, dan hasilnya ; '' benar suami istri itu adalah
orang tua kandung George ''.
28 tahun yang silam mereka menyerahkan seorang bayi laki-laki pada sebuah rumah yatim piatu dengan balasan 25ribu rupiah.
kini anak yg berharga 25riburupiah itu berada jauh beribu-ribu kilometer, dan kini datang mencari dimana sepasang suami istri yang telah '' membuangnya hanya untuk jumlah 25riburupiah ''.
pendek kata, karena orang tua tidak mau kehilangan muka sebagai PNS dan juga hubungan keluarga yang tidak mau tercemar, '' MEREKA MENYANGKAL George SEBAGAI DARAH DAGING MEREKA ''.
jangan ditanya bagaimana hancur dan sakit hati George,
bersimbah air mata dan putus harapan.
orang tua yang telah membuatnya- melahirkannya- menjualnya, kini mentah-mentah menolaknya, hanya karena
malu, takut hilang muka karena status.
pertanyaan saya ? '' bagaimana kompensasi cerita diatas dengan perbuatan orang tua sendiri yang mentah-mentah menyangkal darah dagingnya ? ''
apa arti '' KASIH SAYANG ORANG TUA SEPANJANG MASA ? ''
mau tahu apa yang George lakukan, '' Oh hidupku didunia tiada artinya, tiada gunanya kalau aku disangkal keberadaanku oleh orang yang melahirkan aku didunia !.
dengan tenang tetapi pasti George menyerahkan nyawanya kepada Tuhan Yang Kuasa ditengah rel kereta api.
selesailah cerita George yang tragis, yang mencari cinta kasih dari orang tua yang melahirkannya hanya untuk sebuah '' kepastian '', kepastian yang mempunyai arti dan dampak yang besar bagi George sebagai seorang manusia.
setelah kematiannya yang sia-sia, datanglah pengakuan orang tua nya tetapi sayang TERLAMBAT.
ach! manusia-manusia dengan EGOISME yang sia-sia.
terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar